Garutan
Irvan Faza akan membahas mengenai
Batik khas Garut yaitu Batik Garutan. Jangan salah loh anak muda zaman sekarang
saja sudah banyak yang memakai batik. Batik sudah banyak modifikasinya jadi jangan
takut disebut kolot yaa..
Batik Garutan sudah ada sejak pemerintahan Belanda di Indonesia.
Ketika itu ada Lereng Jaksa, seorang jaksa zaman belanda yang memesan batik
garut dan diberi motif yang sekarang bernama lereng jaksa. Batik garutan
memiliki motif-motif yang dipertahankan dari zaman belanda dan ada juga yang
dimodifikasi mungkin untuk mengikuti perkembangan zaman. sampai sekarang
kebanyakan batik-batik asli tradisional atau batik tulis banyak diminati oleh
masyarakat. Batik garutan juga
memiliki motif-motif yang asli yang benar-benar motif batik garutan. Ada tiga
ciri khas batik garutan, yaitu:
1.
Biru
2 .Gading, gading yang berwarna krem atau sering disebut gadingan
3 .Dan yang terakhir adalah soga.
Soga inilah yang
membedakan batik garutan dengan batik lainnya. Soga di jawa atau disebut juga
sogan hanya memiliki satu warna inti, yaitu warna coklat. Berbeda dengan di
garut. Motif soga di dalam batik garutan memiliki aneka warna. Seperti warna
merah marun, merah bata dengan semburat warna coklat, dan warna merah cabai cerah.
Batik garutan juga memilki banyak motif, dan mencapai ratusan
motif. Inilah motif yang paling diminati:
- Motif bulu hayam (bulu Ayam)
- Merak ngibing
- Lereng jaksa
- Lereng doktor
- Lereng siki bonteng
- Pecah kopi
- Seling bunga
- Lereng cakra
- Lereng sepatu
- Lereng panah
- Ubin
- Matahari
- Carang ayakan
- Lereng bilik
- Suliga
- Kucubung
Di dalam batik
garutan, pemberian nama untuk setiap motif diselaraskan dengan bentuk.
Contohnya jika motifnya merak, maka diberi nama merak ngibing. Batik garutan
tidak memberi nama yang sulit-sulit, hanya memberikan nama sesuai keadaan. Dan
juga batik jawa yang merupakan jenis batik nusantara memiliki peraturan yang
berbeda dengan batik garutan. Jika di Jawa, ada satu batik yang bernama sido
luhur. Sido luhur ini adalah batik khusus dipakai oleh pengantin dan tidak
boleh dipakai secara sembarang. Di garut juga ada batik bernama sido mukti,
tetapi sido mukti tidak harus dipakai hanya oleh pengantin, motif sido mukti di
garut lebih fleksibel.
Dalam agenda pemasaran, banyak batik
garutan yang dipesan untuk koleksi. Para kolektor batik tidak segan-segan
mengeluarkan kocek yang tidak sedikit demi bisa mengoleksi batik ini. harga
batik bisa sampai satu juta rupiah. kenapa batik garutan mahal? karena proses
pembuatannya tidak sebentar alias lama.
3 hal yang harus kita lakukan menurut
Irvan Faza adalah
Kembangkan,Lestarikan ,dan Sebar Luaskan keindahan
yang dimiliki Kabupaten Garut tercinta ini
Source:
https://adelinaart.wordpress.com/2014/04/19/cerita-mengenani-batik-garutan/
IRVAN FAZA GARUT
YOUTUBE:
Irvan Faza Garut
INSTAGRAM:
TWITTER:
FACEBOOK:



Komentar
Posting Komentar